KKN UINSA Karah RW 08 Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Eco Aroma Candle

Admin · 20 July 2026

KKN UINSA Karah RW 08 Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Eco Aroma Candle
Sosial Admin 20 July 2026 1894x dilihat
SURABAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Kelompok Karah RW 08 menggelar sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Eco Aroma Candle" di RW 08 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya, Rabu (8/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga RW 08 dengan antusias. Sebelum sosialisasi dimulai, seluruh peserta mengisi Google Form (pre-test) untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai dampak minyak jelantah dan pemanfaatannya. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali mengisi Google Form (post-test) sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas materi dan peningkatan pemahaman peserta.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan serta risiko penggunaan minyak

jelantah secara berulang bagi kesehatan. Melalui inovasi Eco Aroma Candle, peserta diperkenalkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dengan tahapan penyaringan minyak, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial, hingga proses pencetakan ke dalam wadah kaca. Untuk mempermudah pemahaman, tim KKN juga menampilkan poster berisi langkah-langkah pembuatan lilin secara sistematis.

Produk yang dihasilkan dikemas menggunakan wadah kaca dengan label "KKN UINSA Karah 08 – Eco Aroma Candle". Selain memiliki nilai estetika sebagai lilin aromaterapi, produk ini juga berpotensi menjadi peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui Google Form, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan minyak jelantah setelah mengikuti sosialisasi. Mayoritas peserta menyatakan materi mudah dipahami, menambah wawasan, serta memberikan inspirasi untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah. “Selama ini minyak jelantah biasanya dimasukkan ke dalam botol lalu diambil oleh petugas kebersihan. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya baru mengetahui bahwa minyak bekas ternyata dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan bermanfaat. Semoga ilmu ini dapat kami praktikkan di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN UINSA Karah 08 menjelaskan bahwa program Eco Aroma Candle merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. “Kami berharap masyarakat tidak lagi menganggap minyak jelantah sebagai limbah yang tidak berguna. Melalui Eco Aroma Candle, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, dan berpotensi menjadi peluang usaha bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN UINSA Karah 08 dan warga RW 08 sambil menampilkan hasil lilin aromaterapi yang telah dibuat. Antusiasme peserta selama kegiatan menjadi bukti bahwa edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga mendapat respon positif dari masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UINSA berharap inovasi Eco Aroma Candle tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi polusi akibat minyak jelantah, tetapi juga dapat mendorong masyarakat RW 08 Karah untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta mengembangkan kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.